Rabu, 02 November 2016

the next outo biografi




            Tek tek tek langkah kaki ZHONY  menuju kelasnya  setelah melewati kelas yang berada di sebelah kirinya dia mundur lagi dan  matanya fokus pada baju putih yang basah akan keringat .  dia terpaku akan semua itu lalu dia berdiri pada jendela dan melihat kedalam ruangan tersebut  didalam hatinya berkata “ itu keringat atau mandi sih “ setelah dia masuk keruangan itu lalu dia baru menyadari bahwa ada ujian proposal pantas saja bajunya penuh dengan keringat seperti orang mandi .  dengan wajah pucat dan berbicara dengan a e a e mereka terus berjuang demi lulus dalam ujian tersebut walaupun penuh pengorbanan.          Semangat 45 mereka tanamkan pada diri mereka  agar bisa lulus dengan nilai terbaik  . waktu terus berjalan  tetapi keringat mereka terus mengucur pada tubuh masing-masing , lembar demi lembar mereka ucapkan  dan memberi fakta yang akurat  agar penguji percaya  dan tidak banyak pertanyaan . tetapi masalah ada saja yang selalu dipertanyakan  .
 Duduk merupakan  cara  yang ampuh untuk tidak menampakan  nervous nya meskipun masih terlihat , setidaknya berkurang itu menurut nya . wajah yang SANGAR dan tidak pernah senyum itulah yang selalu dilakukan penguji setiap ada ujian proposal . dibalik semua itu sebenarnya hanya untuk sebatas menguji saja agar mereka tidak takut menghadapi suatu apapun . jam demi jam berlalu dan hampir selesai apa yang ada di proposal nya  tetapi baju tidak bisa dibohongi  keringatnya terus menetes dan mengucur deras di punggungnya.tanganya pun tidak bisa menyembunyikan keringat dingin yang berada di bawah telapak tanganya  sesekali tangan itu ditarik kebawah dan diusapkan ke celana hitamnya dan mengusap-ngusapnya . saya tahu perasaan yang dirasakanya karena duduk dibelakangpun merasakan  takutnya duduk didepan dan  berada didepan didosen . sebelum selesai saya langsung keluar dari ruangan tersebut dan meninggalkan ruangan tersebut lalu berjalan menuju kelas yang akan saya pakai untuk belajar.

Selasa, 01 November 2016

contoh biografi



                                            pemuda  mandiri

Medan adalah salah satu kota yang ter besar di Indonesia.  Disana ada berbagai macam suku dan salah satunya adalah Nias. Untuk mencapai desa Nias butuh waktu yang cukup lama jika kita turun dari bandara Medan , setelah sampai di Nias  kita akan menjumpai desa LOLOFAOSO disana ada sebuah keluarga yang hidup  sederhana  dan bahagia  bentuk rumahnya  tidaklah mewah sama seperti  orang kebanyakan disekitarnya.  Disana ada keluarga yang bernama suludi mendrofa dan etilia halawa  mereka  adalah sepasang suami istri . setelah mereka menikah dan umur pernikahan  sudah beberapa tahun  istri dari  Suludi Mendrofa mengandung  hingga mereka mempunyai 4 anak yaitu yang bernama AFER,FERRY, EFER, ZHONY and YORRY dengan jenis kelamin 3 laki-laki dan 2 perempuan . anak nomor 1-3 sudah berumah tangga dan bekerja sebagai wiraswasta  sedangkan anak nomor 4 dan 5 masih menempuh pendidikan sampai sekarang .
          Saya tertarik untuk menceritakan kisah hidup salah satu  anak yang bernama ZHONY ANUS MENDROFA .  22 tahun yang lalu pasangan suami istri yang bernama  Suludi mendrofa dan Etilia hilawa   telah melahirkan seorang anak laki-laki yang bernama Zhony anus mendrofa . nama mendrofa diambil dari nama belakang ayahnya  yaitu Suludi mendrofa  ayahnya memakaikan nama Mendrofa dibelakangnya karena ayahnya ingin  meneruskan  Marga keluarganya . sejak kecil zhony sudah terlihat berbeda dengan saudara kandungnya , dia memiliki  IQ  yang cukup tinggi .
          Sejak umur 10 tahun dia sudah tertarik dalam dunia music , semua ini berawal dari  dia melihat orang lain bermain music dan bernyanyi di gereja didesanya . sejak saat itu dia mulai  meminta ayahnya unntuk mengajarinya tetapi karena ayahnya sibuk  tidak bisa membantunya . lalu setiap malam dia menunggu kakaknya pulang kerja dan meminta agar diajari menyanyi dan bermain gitar, setelah lulus dari SMKN1 Pemda Nias  dia pergi ke Batam untuk bekerja dan membantu orang tua  nya untuk kehidupan sehari-hari dan  dia  ingin hidup mandiri seperti ayahnya bilang kalau laki-laki harus bisa mencari uang sendiri  dan harus bisa hidup dimana saja. Oleh sebab itu dia bertahan di kota Batam selama 2 tahun demi orang tuanya di kampung .
          Di Batam dia bekerja  di sebuah perusahan bagian kapasitor , kehidupan di  Batam tidaklah seperti yang dibayangkan  dia membayangkan  Batam adalah kota yang maju dan banyak orang luar negeri tinggal disana . kerena itu dia menyangka bahwa tinggal disana akan bahagia , tapi semua itu  sangat  berbeda dengan kenyataan  . pada hari-hari  pertama dia merasa tidak betah  karena  sangat berbeda dengan keadaan kampungnya di Nias ( Medan).  Disana dia harus kerja keras  untuk bisa hidup di kota tersebut  dan bersaing dengan  warga sekitar . ada juga  orang luar negeri yang bekerja disitu jadi,  persaingan semakin sulit. Tetapi dia merasa semua itu tidak menjadi persaingan karena tujuanya  untuk bekerja .
          Setelah beberapa bulan tinggal di Batam  dia merasa sudah nyaman dan banyak mempunyai kawan . disitu juga dia belajar bahasa  inggris karena mayoritas teman nya berbahasa asing , sejak saat itu  dia mulai mengirim uang  untuk orangtuanya dikampung meskipun sedikit.   Sebenarnya dia sendiri pun bingung membagi  uangnya karena biaya hidup di Batam sangat lah  mahal ditambah lagi untuk biaya makan . tetapi semua itu tidak menghalangkan niatnya  untuk  memberi orangtua nya di kampung karena bagaimana juga dia berkewajiban membiayai orangtuanya.  Tetapi  dari situ dia mengerti dan menghargai bagaimana mencari uang  itu  sulit sekaligus bisa menggunakan uang dengan baik , sejak saat itu dia mulai pandai menabung dan tidak membeli barang yang tidak penting dalam hidupnya. Bahkan ayahnya juga mengatakan bahwa sekarang anakku sudah bisa menghargai uang . hari demi hari telah terlewati olehnya , bahkan keadaan ekonomi nya telah menbaik bahkan bisa dikatakan lebih baik dari yang dahulu sebelum dia bekerja .
          Niat nya untuk menjadi anak mandiri dan bisa membahagiakan orangtuanya dirumah satu persatu telah tercapai dan cita cita nya meguasai bahasa  asing juga tercapai.  Sekarag dia membantu biaya sekolah adiknya karena dia merasa itu termasuk tanggung jawabnya juga . dan sekarang dia harus lebih kerja keras lagi karena tanggung jawabnya bertambah ,tetapi semua itu justru menjadi semangatnya untuk terus mencari rupiah demi rupiah . 
          2 tahun di Batam bekerja  dan dia merasa uangnya cukup untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi .  pada  tahun 2015 dia memutuskan untuk mendaftar di salah satu perguruan tinggi swasta  terbaik  di RIAU  yaitu di UNIVERSITAS LANCANG KUNING .   dia memilih  jurusan  pendidikan bahasa inggris  karena  dia bisa berbahasa asing dan  yakin  bisa  menjalani kuliah dengan  baik  .  setelah  diterima diperguruan tinggi tersebut  dia mulai berfikir  kembali bagaimana  agar dapat bertahan hidup  dan  membayar uang semester setiap enam bulan sekali  dia juga tidak bisa melupakan tugasnya untuk mengirim uang  kepada adiknya di kampung .  dia mulai mencari-cari pekerjaan  untuk hidup kedepan , tetapi  tidak semudah orang bayangkan dia harus memulai dari 0 (nol)  kembali . padahal di Batam dia sudah mendapat pekerjaan yang baik dan upah yang lebih dari cukup , tetapi dia yakin jika  orang akan sukses harus dengan penuh pengorbanan dan  kerja keras oleh sebab itu dia tidak mau menyerah .
          Saat ini dia tinggal di kota panam  dengan kakak lelaki nya disana dia menempati  rumah sewa dan mereka berdua harus membayar sewa tersebut tiap bulan . hari demi hari terus berjalan dan sampai beberapa bulan dia belum mendapat pekerjaan , dia mulai pasrah dengan keadaan ini . lalu  dia mulai menawarkan kepada  ibu ibu yang ada disekitarnya yang mempunyai anak masih bersekolah , dia menawarkan  agar anaknya les privat dengan nya . tetapi tidak semua menyetujui bahkan banyak yang menolak dan meragukan kemampuanya bahwa dia bisa membuat anaknya bisa berbahasa inggris .  dengan berbagai cara  dia meyakinkan ibu tersebut agar anaknya bisa belajar dengan dia dan dia juga meyakinkan juga anaknya akan mendapatkan hasil maksimal
          Akhirnya ibu tersebut  mau dan  Zhony mulai mengajar dengan datang kerumah anak tersebut   . meskipun sebenarnya dia lelah karena pulang dari kampus sudah sore hari tetapi semua itu dilakukan demi masa depanya .   tidak kenal  entah itu panas atau hujan dia tetap mengajar demi pundi-pundi rupiah  untuk makan sehari-hari dan biaya lainya . saat kenaikan kelas dan hasil belajar telah dibagi ternyata zhony berhasil  dengan menunjukan angka di raport tersebut bisa dibilang tinggi . sejak saat  itu ibu dari anak-anak tersebut   mempercayai anaknya di didik oleh nya , kaena sebelumnya nilai bahasa inggris anaknya rendah tetapi semenjak di ajari oleh Zhony nilai naik drastis  dan ibunya sangat puas .   sampai sekarang Zhony masih  mengajar les privat tersebut  dan mencari pekerjaan sampingan  untuk mendapatkan uang   tambahan  . didalam fikiranya hanya belajar dan bekerja untuk    masa depanya kelak dan dia akan membuktikan kepada ayahnya bahwa dia bisa menjadi guru yang baik  dan menjadi contoh bagi semua orang .  

                                                                   Written by TIKA DESTIA NINDIA
                  





example biografi


                                       independently youth



MEDAN is  one of the major cities in Indonesia ter. There is a wide variety of parts and one of them is Nias. To reach the village of Nias takes quite a long time if we go down from Medan airport, after arriving in Nias, we will find LOLOFAOSO village there is a family who live simply and happily form its home is the same as the most luxurious surroundings. There is a family named suludi Mendrofa and etilia halawa they are a married couple. after they got married and the age of marriage for some years the wife of Suludi Mendrofa containing up to 4 children that they have named afer, FERRY, EFER, ZHONY and Yorry with sex 3 males and 2 females. 1-3 numbers of children are already married and working as a self-employed while child number 4 and 5 are still studied toda
I am interested in telling the life story of one of the children named ZHONY ANUS MENDROFA. 22 years ago the couple named Suludi Mendrofa and Etilia hilawa has given birth to a boy named Zhony Mendrofa anus. Mendrofa name is taken from the last name of his father that his father put Suludi Mendrofa Mendrofa name behind him because his father wanted to continue Marga family. since childhood zhony already looks different from his siblings, he has a fairly high IQ
Since the age of 10 years he has been interested in world music, all of this came from he saw others playing music and singing in church in his village. since then he began to ask his father to teach him unntuk but because his father could not help her busy. and every night she waited for her brother came home from work and asked that taught to sing and play the guitar, after graduating from the local government SMKN1 Nias she went to Batam to work and help his parents for daily life and she wants to live independently as his father says if laki- men should be able to find the money themselves and to be able to live anywhere. Therefore, he stayed in the city of Batam for 2 years for the sake of his parents in the village
.
In Batam he worked in a company part capacitor, life in Batam is not as imagined he imagined Batam is a developed city and a lot of foreign people living there. because they thought that he would be happy to stay there, but it was all very different from the reality. on the first days he was not at home because it is very different from that village in Nias (Medan). There he had to work hard to be able to live in the city and compete with local residents. there are also people overseas who work there so, competition is getting tough. But he felt it did not become a competition because the goal is to work.
After several months of living in Batam he felt it was comfortable and had a lot of friends. that is also where he learned English as a foreign language the majority of his friends, from that moment he began to send money to his parents kampong though slightly. Actually he himself was puzzled divide the money because the cost of living in Batam so is expensive plus more for meals. but all that does not place athwart his intention to give his parents in the village because of how well he is obliged to pay for his parents. But from there he understands and appreciates how to make it both difficult and could use the money well, since that time he began to smart saving and do not buy things that are not important in life. Even his father also said that now my son has been able to appreciate the money. day after day has passed by him, even his economic situation has had improved even be said to be better than before she worked.
Its intention to become an independent child and his parents can be happy at home one by one have been achieved and its future goals meguasai foreign languages is also achieved. Sekarag she helped her sister's school fees because he felt it was his responsibility also included. and now he has to be hard work because his responsibilities increased, but all of that was the spirit to continue to seek the rupiah for rupiah.
2 years in Batam work and he feels there is enough money to continue higher education. in 2015 he decided to enroll in one of the best private universities in RIAU namely in Lancang Kuning University. He majored in English education because he can speak foreign languages and can confidently through college well. upon receipt of such high diperguruan he began to rethink how to survive and pay half every six months or so he also can not forget his duty to send money to his brother in the village. he began looking for a job for life in the future, but it is not as easy as people think he should start from 0 (zero) return. whereas in Batam he's already got a good job and a wage that is more than enough, but he is unsure if people will succeed must be sacrificial and hard work so he does not want to give up.
He currently lives in the city panam with his brother, where she occupies a rental house and they both have to pay the rent each month. day after day passed and until a few months he has not got a job, he started resigned to this state. then he began to offer it to mothers who are nearby have children still in school, she offers private tutoring for their children with her. But not all agree even many who resisted and doubted his ability that he can make his son can speak english. in many ways he assured the mother that her son could study with him, and he also assured his son also will get the most
Eventually the mother was willing and Zhony began to come home the child. despite the fact that he was exhausted due home from college is already late in the evening but it was all done for the sake of future depanya. do not know whether it's hot or raining he taught for the sake of the coffers rupiah for daily meals and other costs. when the increase in class and learning outcomes have been divided turns zhony managed to show the numbers in the report cards may be high. since that time the mother of the children's trust in the learner by his son, previously kaena his English grades are low but since all been taught by Zhony value rose dramatically and her mother are very satisfied. until now Zhony are still teaching private lessons and looking for a second job to earn extra money. in fikiranya only learn and work for the depanya later and he will prove to his father that he could be a good teacher and an example for everyone.















                                                             WRITTEN by TIKA DESTIA NINDIA