pemuda mandiri
Medan
adalah salah satu kota yang ter besar di Indonesia. Disana ada berbagai macam suku dan salah
satunya adalah Nias. Untuk mencapai desa Nias butuh waktu yang cukup lama jika
kita turun dari bandara Medan , setelah sampai di Nias kita akan menjumpai desa LOLOFAOSO disana ada
sebuah keluarga yang hidup sederhana dan bahagia
bentuk rumahnya tidaklah mewah
sama seperti orang kebanyakan
disekitarnya. Disana ada keluarga yang
bernama suludi mendrofa dan etilia halawa
mereka adalah sepasang suami
istri . setelah mereka menikah dan umur pernikahan sudah beberapa tahun istri dari
Suludi Mendrofa mengandung hingga
mereka mempunyai 4 anak yaitu yang bernama AFER,FERRY, EFER, ZHONY and YORRY
dengan jenis kelamin 3 laki-laki dan 2 perempuan . anak nomor 1-3 sudah berumah
tangga dan bekerja sebagai wiraswasta
sedangkan anak nomor 4 dan 5 masih menempuh pendidikan sampai sekarang .
Saya tertarik untuk menceritakan kisah
hidup salah satu anak yang bernama ZHONY
ANUS MENDROFA . 22 tahun yang lalu
pasangan suami istri yang bernama Suludi
mendrofa dan Etilia hilawa telah melahirkan seorang anak laki-laki yang
bernama Zhony anus mendrofa . nama mendrofa diambil dari nama belakang
ayahnya yaitu Suludi mendrofa ayahnya memakaikan nama Mendrofa
dibelakangnya karena ayahnya ingin
meneruskan Marga keluarganya . sejak
kecil zhony sudah terlihat berbeda dengan saudara kandungnya , dia
memiliki IQ yang cukup tinggi .
Sejak umur 10 tahun dia sudah tertarik
dalam dunia music , semua ini berawal dari
dia melihat orang lain bermain music dan bernyanyi di gereja didesanya .
sejak saat itu dia mulai meminta ayahnya
unntuk mengajarinya tetapi karena ayahnya sibuk
tidak bisa membantunya . lalu setiap malam dia menunggu kakaknya pulang
kerja dan meminta agar diajari menyanyi dan bermain gitar, setelah lulus dari
SMKN1 Pemda Nias dia pergi ke Batam
untuk bekerja dan membantu orang tua nya
untuk kehidupan sehari-hari dan dia ingin hidup mandiri seperti ayahnya bilang
kalau laki-laki harus bisa mencari uang sendiri
dan harus bisa hidup dimana saja. Oleh sebab itu dia bertahan di kota
Batam selama 2 tahun demi orang tuanya di kampung .
Di Batam dia bekerja di sebuah perusahan bagian kapasitor ,
kehidupan di Batam tidaklah seperti yang
dibayangkan dia membayangkan Batam adalah kota yang maju dan banyak orang
luar negeri tinggal disana . kerena itu dia menyangka bahwa tinggal disana akan
bahagia , tapi semua itu sangat berbeda dengan kenyataan . pada hari-hari pertama dia merasa tidak betah karena
sangat berbeda dengan keadaan kampungnya di Nias ( Medan). Disana dia harus kerja keras untuk bisa hidup di kota tersebut dan bersaing dengan warga sekitar . ada juga orang luar negeri yang bekerja disitu
jadi, persaingan semakin sulit. Tetapi
dia merasa semua itu tidak menjadi persaingan karena tujuanya untuk bekerja .
Setelah beberapa bulan tinggal di
Batam dia merasa sudah nyaman dan banyak
mempunyai kawan . disitu juga dia belajar bahasa inggris karena mayoritas teman nya berbahasa
asing , sejak saat itu dia mulai
mengirim uang untuk orangtuanya
dikampung meskipun sedikit. Sebenarnya
dia sendiri pun bingung membagi uangnya
karena biaya hidup di Batam sangat lah
mahal ditambah lagi untuk biaya makan . tetapi semua itu tidak
menghalangkan niatnya untuk memberi orangtua nya di kampung karena
bagaimana juga dia berkewajiban membiayai orangtuanya. Tetapi
dari situ dia mengerti dan menghargai bagaimana mencari uang itu
sulit sekaligus bisa menggunakan uang dengan baik , sejak saat itu dia
mulai pandai menabung dan tidak membeli barang yang tidak penting dalam
hidupnya. Bahkan ayahnya juga mengatakan bahwa sekarang anakku sudah bisa
menghargai uang . hari demi hari telah terlewati olehnya , bahkan keadaan
ekonomi nya telah menbaik bahkan bisa dikatakan lebih baik dari yang dahulu
sebelum dia bekerja .
Niat nya untuk menjadi anak mandiri
dan bisa membahagiakan orangtuanya dirumah satu persatu telah tercapai dan cita
cita nya meguasai bahasa asing juga
tercapai. Sekarag dia membantu biaya
sekolah adiknya karena dia merasa itu termasuk tanggung jawabnya juga . dan
sekarang dia harus lebih kerja keras lagi karena tanggung jawabnya bertambah
,tetapi semua itu justru menjadi semangatnya untuk terus mencari rupiah demi
rupiah .
2 tahun di Batam bekerja dan dia merasa uangnya cukup untuk
melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi .
pada tahun 2015 dia memutuskan
untuk mendaftar di salah satu perguruan tinggi swasta terbaik
di RIAU yaitu di UNIVERSITAS
LANCANG KUNING . dia memilih jurusan
pendidikan bahasa inggris karena dia bisa berbahasa asing dan yakin
bisa menjalani kuliah dengan baik
. setelah diterima diperguruan tinggi tersebut dia mulai berfikir kembali bagaimana agar dapat bertahan hidup dan
membayar uang semester setiap enam bulan sekali dia juga tidak bisa melupakan tugasnya untuk
mengirim uang kepada adiknya di kampung
. dia mulai mencari-cari pekerjaan untuk hidup kedepan , tetapi tidak semudah orang bayangkan dia harus
memulai dari 0 (nol) kembali . padahal
di Batam dia sudah mendapat pekerjaan yang baik dan upah yang lebih dari cukup
, tetapi dia yakin jika orang akan
sukses harus dengan penuh pengorbanan dan
kerja keras oleh sebab itu dia tidak mau menyerah .
Saat ini dia tinggal di kota
panam dengan kakak lelaki nya disana dia
menempati rumah sewa dan mereka berdua
harus membayar sewa tersebut tiap bulan . hari demi hari terus berjalan dan
sampai beberapa bulan dia belum mendapat pekerjaan , dia mulai pasrah dengan
keadaan ini . lalu dia mulai menawarkan
kepada ibu ibu yang ada disekitarnya
yang mempunyai anak masih bersekolah , dia menawarkan agar anaknya les privat dengan nya . tetapi
tidak semua menyetujui bahkan banyak yang menolak dan meragukan kemampuanya
bahwa dia bisa membuat anaknya bisa berbahasa inggris . dengan berbagai cara dia meyakinkan ibu tersebut agar anaknya bisa
belajar dengan dia dan dia juga meyakinkan juga anaknya akan mendapatkan hasil
maksimal
Akhirnya ibu tersebut mau dan
Zhony mulai mengajar dengan datang kerumah anak tersebut . meskipun sebenarnya dia lelah karena
pulang dari kampus sudah sore hari tetapi semua itu dilakukan demi masa depanya
. tidak kenal entah itu panas atau hujan dia tetap mengajar
demi pundi-pundi rupiah untuk makan
sehari-hari dan biaya lainya . saat kenaikan kelas dan hasil belajar telah
dibagi ternyata zhony berhasil dengan
menunjukan angka di raport tersebut bisa dibilang tinggi . sejak saat itu ibu dari anak-anak tersebut mempercayai anaknya di didik oleh nya ,
kaena sebelumnya nilai bahasa inggris anaknya rendah tetapi semenjak di ajari
oleh Zhony nilai naik drastis dan ibunya
sangat puas . sampai sekarang Zhony
masih mengajar les privat tersebut dan mencari pekerjaan sampingan untuk mendapatkan uang tambahan
. didalam fikiranya hanya belajar dan bekerja untuk masa depanya kelak dan dia akan membuktikan
kepada ayahnya bahwa dia bisa menjadi guru yang baik dan menjadi contoh bagi semua orang .
Written
by TIKA DESTIA NINDIA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar